Selamat Membaca Semoga Bermanfaat.

Iklan

 Soft,Focus,Of,Old,Asian,Women,To,Knee,Injury,On

health.linear.co.id : Tahukah anda bahwa terlalu over dalam mengonsumsi obat obatan dapat menimbulkan bahaya atau efek samping? Nah salah satunya adalah obat Kortikosteroid yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Simak penjelasan berikut :

Kortikosteroid adalah kelompok obat yang mengandung hormon steroid sintesis. Obat ini dapat menghambat produksi zat yang menimbulkan peradangan dalam tubuh, serta bisa bekerja sebagai imunosupresan dalam menurunkan aktivits dan kerja sistem imun.

Kortikosteroid sering digunakan untuk meredakan peradangan pada beberapa kondisi, seperti alergi, lupus, reumathoid arthritisdan pemfigus vulgaris, serta mengobati polip hidung tanpa operasi. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit autouimun dan mencegah reaksi penolakan tubuh pasien setelah menjalani operasi tranplantasi organ.

Peringatan Sebelum Menggunakan Kortikosteroid

Kortikosteroid tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakannya, antara lain:

  • Jangan menggunakan kortikosteroid jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan kortikosteroid oles jika Anda sedang mengalami infeksi kulit, jerawat, rosacea, atau luka terbuka di kulit.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita penyakit infeksi, termasuk infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus, seperti herpes.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita glaukoma, hipertensi yang tidak terkontrol, diabetes, atau osteoporosis.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita tukak lambung, ulkus duodenum, gagal jantung kongestif, katarak, penyakit liver, atau gangguan mental, seperti depresi.
  • Beri tahu dokter jika Anda berencana melakukan vaksinasi dalam waktu dekat, karena kortikosteroid dapat memengaruhi efektivitas vaksin, terutama vaksin hidup.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, suplemen, atau produk herbal.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan kortikosteroid.

Efek Samping dan Bahaya Kortikosteroid

Secara umum, efek samping yang bisa terjadi setelah menggunakan kortikosteroid adalah:

  • Kenaikan berat badan
  • Kaki bengkak
  • Tekanan darah tinggi
  • Hipokalemia
  • Sakit kepala
  • Lemah otot
  • Buffalo hump, yaitu pembengkakan seperti punuk di punggung atas
  • Moon face, yaitu pembengkakan di wajah sehingga wajah tampak lebih bulat
  • Muncul rambut di wajah
  • Penipisan kulit
  • Mudah memar
  • Luka sulit sembuh
  • Glaukoma
  • Katarak
  • Tukak lambung atau ulkus duodenum
  • Siklus menstruasi tidak teratur

Konsultasikan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau semakin parah. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan kortikosteroid.

Perlu Anda ketahui juga bahwa penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek samping berupa obesitas, gangguan tumbuh kembang, kejang, osteoporosis, atau gangguan mental, termasuk depresi, atau insomnia.

Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Kortikosteroid

Berikut adalah jenis-jenis obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid beserta bentuk sediaan dan merek dagang:

1. Betamethasone

Bentuk: Tablet, sirop, suntik, krim

Merek dagang: Benoson, Betamethasone Valerate, Betam-Opthal, Cortamine, Fusidasol, Morvale, Polacel

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat betamethasone.

2. Dexamethasone

Bentuk: Tablet, sirop, salep mata, tetes mata, suntik

Merek dagang: Bidaxtam, Cendo Xitrol, Cortidex, Dexaton, Dextaco, Dextamine  Dextaf, Dexamethasone, Dexaharsen, Exitrol, Tobroson

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat dexamethasone.

3. Budesonide

Bentuk: Inhaler, cairan nebulizer, semprot hidung, kapsul

Merek dagang: Budesonide, Budesma, Budenofalk, Cortiment, Obucort, Pulmicort, Sonide, Symbicort

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat budesonide.

4. Methylprednisolone

Bentuk: Tablet, suntik, dan krim

Merek dagang: Carmeson, Comedrol, Cormetison, Cortesa, Depo Medrol, Hexilon, Intidrol, Lameson, Lexcomet, Medixon, Methylprednisolone, Methylon, Metrison, Meticon, Novestrol, Phadilon, Prednox, Thimelon, Urbason, Vadrol, Yalon

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat methylprednisolone.

5. Prednisolone

Bentuk: Tablet, krim, salep, tetes mata, tetes telinga, salep mata, dan supositoria

Merek dagang: Borraginol-S, Cendo Cetapred, Chloramfecort-H,  Colipred, Klorfeson, Lupred 5, P-Pred, Polypred

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat prednisolone.

6. Prednisone

Bentuk: Tablet, kaplet

Merek dagang: Eltazon, Flites, Inflason, Lexacort, Prednisone, Pehacort, Remacort, Trifacort

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat prednisone.

7. Triamcinolone

Bentuk: Tablet, krim, suntik, semprot hidung, salep mulut

Merek dagang:  Amtocort, Bufacomb, Cincort, Econazine, Etacinolone, Flamicort, Genalog, Kenacort, Kenalog in Orabase, Ketricin, Krim Pi Kang Shuang, Konicort, Lonacort, Nasacort AQ, Opicort, Omenacort, Tremacort, Triamcort-A, Triamcort, Triamcinolone, Triamcinolone Acetonide, Triacilon, Trilac, Trinolon, Rafacort, Sinocort, Ziloven

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat triamcinolone.

8. Hydrocortisone

Bentuk: Tablet, salep, krim, suntik

Merek dagang: Calacort, Dermacoid, Fartison, Berlicort, Cortigra, Enkacort, Lexacorton, atau Steroderm

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat hydrocortisone.

9. Cortisone

Bentuk: Suntik, tablet

Merek dagang: Cortisone Acetate

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cortisone.

Baca Juga :

Alopecia Areata (Kebotakan)

Avascular Necrosis (AVN) atau Osteonekrosis

Dermatomiositis (Peradangan)

Related Posts

Seorang yang memiliki kepribadian yang menyendiri, tanpa mengenal dunia luar hanya melalui dunia online.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Subscribe Our Newsletter

    0 Response to "Amankah Mengonsumsi Obat Kortikosteroid? Ini Penjelasannya!"

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel